JAKARTA, fti.untar.ac.id – Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara (FTI Untar) bekerja sama dengan Oracle Academy sukses menyelenggarakan on site workshop internasional bertajuk “Oracle APEX@University Student Workshop: Empowering Students to Learn AI-Powered Oracle APEX Application Development with Oracle Academy”. Acara ini berlangsung pada Selasa pagi, 29 September 2026, bertempat di Ruang Seminar Lantai 11 Gedung R Kampus 1 Untar, Jakarta.
Rangkaian kegiatan diawali dan dipandu secara resmi oleh Sukmana Dasuki Keeng selaku Oracle Academy Program Manager Indonesia & Brunei Darussalam. Acara dilanjutkan dengan sambutan pembuka dari Dekan FTI Untar, Prof. Dr. Ir. Lina, M.T., serta penyampaian sambutan dari Nurul Huda selaku Manager Oracle Academy Southeast Asia, yang menggarisbawahi komitmen Oracle Academy dalam mendukung akselerasi talenta digital di lingkungan perguruan tinggi.
Workshop ini menjadi wadah edukasi strategis bagi mahasiswa FTI Untar untuk memahami paradigma baru dalam pengembangan perangkat lunak, termasuk tren Vibe Coding sebuah pendekatan pengkodean berbasis intuisi dan perintah bahasa alami (natural language prompts) yang memanfaatkan bantuan AI untuk mengeksekusi logika pemrograman secara instan.
Pada sesi materi teknis, Boyanapalli Siva Rama Krishna Santhosh Kumar (Senior Manager, Database Developer Tools) bersama Ankita Beri (Senior Product Manager, Database Developer Tools) membedah keunggulan utama mempraktikkan Vibe Coding di dalam ekosistem Oracle APEX (Application Express). Berbeda dengan Vibe Coding pada platform terbuka yang berisiko menghasilkan kode yang tidak aman, penerapan Vibe Coding di Oracle APEX didukung oleh keandalan Oracle Autonomous Database. Hal ini membuat proses pembuatan aplikasi low-code tidak hanya 20 kali lebih cepat dan intuitif, tetapi juga tetap terstruktur, memiliki tata kelola data yang ketat (governed boundaries), serta terlindungi oleh standar keamanan kelas enterprise.
Para pemateri memaparkan secara mendalam kapabilitas kecerdasan buatan (Oracle AI Features & APEX AI Assistant) yang mempermudah pengembang dalam meregenerasi schema basis data, membuat skrip SQL/PL-SQL otomatis, hingga menyusun tata letak aplikasi secara interaktif melalui perintah percakapan.
Selain itu, workshop ini juga mengulas poin-poin kunci dalam The Oracle APEX Advantage, seperti ketersediaan fitur Oracle APEX secara gratis tanpa biaya tambahan (included at no extra cost) bagi pengguna lisensi Oracle Database, kemudahan membangun arsitektur enterprise modern (Modern Enterprise Architecture), serta perancangan antarmuka pengguna yang inklusif dan adaptif (accessible UI for any device).
Secara khusus, para pembicara turut memperkenalkan tiga inovasi besar dalam Oracle APEX 26.1 yang memanfaatkan keunggulan Generative AI:
- Open Application Specification Language (APEXlang): Bahasa spesifikasi terbuka yang dirancang khusus dari dasar agar dapat dipahami dan diproses secara langsung oleh agen AI maupun Large Language Model (LLM).
- AI Interactive Reports: Fitur pelaporan interaktif berbasis natural language yang mengubah input percakapan biasa menjadi pengaturan laporan deklaratif yang terpercaya (declarative trusted report settings).
- AI Agents and AI Tools: Penggunaan agen cerdas (intelligent agents) yang dapat melakukan tindakan deklaratif secara aman dalam batas-batas sistem yang terkelola.
Rangkaian workshop berlangsung secara interaktif melalui simulasi praktik langsung di perangkat masing-masing peserta (bring your own device) memanfaatkan akun Oracle Academy APEX workspace. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab seputar otomatisasi AI, demonstrasi fitur terbaru, serta penyerahan sertifikat kehadiran bagi mahasiswa yang berpartisipasi aktif.


