JAKARTA, fti.untar.ac.id – Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara (FTI Untar) menyelenggarakan Kuliah Umum Perdana untuk mahasiswa kelas sore pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Ruang Seminar Lantai 11, Gedung R Kampus I Untar. Acara ini digelar secara spesial sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-24 FTI Untar.
Memasuki sesi akademik, Viciano Lee, BBA, MS, M.Sc., Ph.D. (pakar Matematika dan Ilmu Komputer serta konsultan sistem dan AI) hadir membawakan Kuliah Umum Perdana bertajuk “Garbage in, Hallucination out: Fostering trust in generative AI”.
Dalam paparannya, Dr. Viciano menyoroti pentingnya tata kelola (governance) serta verifikasi data pada penerapan Enterprise AI guna mencegah terjadinya halusinasi AI. Ia membedakan antara Personal AI yang berrisiko rendah dengan Enterprise AI yang memiliki taruhan tinggi terkait privasi, kepatuhan hukum, dan reputasi bisnis. Dalam skala perusahaan, kesalahan output AI dapat berakibat fatal, seperti studi kasus laporan pemerintah senilai jutaan dolar yang memuat sitasi fiktif hasil halusinasi AI.
Ia menjelaskan bahwa AI generatif pada dasarnya adalah pemola data berbasis skala besar, bukan sumber kebenaran mutlak atau pengganti pakar domain. Halusinasi terjadi ketika AI mengisi celah informasi dengan tebakan yang terdengar meyakinkan akibat masukan data yang tidak ditinjau dengan benar.
Guna mengatasi masalah ini, Dr. Viciano menegaskan pentingnya prinsip Human in the Loop. Dalam pendekatan ini, keahlian, pertimbangan, dan keputuskejelasan manusia tetap menjadi benteng utama dalam mengagregasi, memverifikasi, dan menandatangani akurasi data sebelum diproses oleh model kecerdasan buatan (Knowledge Layer).
Selain itu, ia membagikan pandangannya mengenai masa depan kecerdasan buatan, seperti transisi dari Large Language Models (LLM) menuju World Models (seperti arsitektur JEPA) yang dapat memahami hukum dunia fisik layaknya anak kecil belajar dari lingkungannya, bukan sekadar memprediksi teks.
Sesi ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat, cenderamata, serta foto bersama antara pimpinan fakultas, narasumber, dan para peserta. Melalui perhelatan ini, FTI Untar berharap para mahasiswa dapat terus mengasah pemikiran kritis dan pertimbangan etis dalam memanfaatkan AI di era digital.

