FTI UNTAR Gandeng AMD Menghubungkan Peran AI PC Lokal dalam Produktivitas Gen Z dan Kreator
Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara (FTI UNTAR) sukses menggelar acara AMD Tech Gen yang menghadirkan wawasan mendalam mengenai integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam dunia akademik dan profesional. Era digital menuntut mahasiswa untuk beradaptasi dengan super cepat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan perangkat teknologi yang efisien demi menunjang produktivitas harian. Melalui sesi pemaparan bertajuk “Gen Z + AI: Advancing Productivity with AMD!” oleh Donnie Brahmandika, mahasiswa FTI UNTAR diajak untuk memahami inovasi teknologi terbaru sebagai modal utama untuk membangun keunggulan kompetitif sebelum terjun ke dunia kerja.
Fokus utama dalam seminar ini adalah pergeseran teknologi dari Cloud Computing menuju Local AI PC. Jika sistem Cloud diibaratkan sebagai “Dapur Umum” yang membutuhkan koneksi internet konstan dan berbayar, maka prosesor terbaru seperti AMD Ryzen™ AI bertindak sebagai “Dapur Pribadi”. Teknologi ini menggabungkan komponen NPU, GPU, dan CPU dalam satu chip terintegrasi. Dengan performa NPU generasi terbaru yang mampu menembus hingga 55 TOPS, mahasiswa kini dapat menjalankan Large Language Models (LLM) langsung dari laptop mereka secara lokal, lebih cepat, tanpa batas, dan jauh lebih aman dalam menjaga privasi data.
Bagi mahasiswa yang berkecimpung di industri kreatif, Ahmad Abdillah selaku praktisi dan Content Creator membedah realita alur kerja pembuatan konten dalam sesi “AI Workflow for Creators & Editors”. Ia menyoroti tantangan klasik berupa siklus “begadang semalaman” akibat proses cutting, rendering yang lambat, hingga revisi klien yang tiada habisnya. Dalam sesi ini, ditekankan bahwa pola pikir terhadap AI harus diubah; AI bukanlah ancaman yang akan menggantikan kreativitas manusia, melainkan sebuah Copilot atau asisten dinamis yang siap mempercepat proses pra-produksi hingga pasca-produksi secara real-time.
Penerapan praktis tools berbasis AI lokal dibuktikan langsung menggunakan perangkat tangguh, seperti ROG Flow Z13 yang ditenagai AMD Ryzen™ AI MAX+ 395. Fitur pintar seperti Topaz untuk meningkatkan resolusi gambar secara instan serta Auto Cut untuk menghapus jeda suara kosong terbukti mampu memotong waktu kerja pasca-produksi secara signifikan tanpa membuat laptop cepat panas. Kombinasi hardware mutakhir ini memastikan data klien tetap aman karena seluruh pemrosesan dilakukan secara offline, sekaligus mengembalikan waktu berharga kreator dari pola kerja konvensional yang melelahkan menjadi jauh lebih produktif.
Menutup rangkaian acara, demo ekosistem Copilot+ PC memperlihatkan standarisasi baru laptop kampus yang membutuhkan kekuatan NPU minimal 40 TOPS untuk menjalankan fitur cerdas Windows secara mandiri. Mahasiswa ditunjukkan kemudahan fitur Recall untuk melacak riwayat dokumen kuliah yang terlupa, Live Captions untuk memunculkan subtitle instan dari dosen asing, serta Windows Studio Effects demi kelancaran bimbingan skripsi daring. Integrasi asisten AI pada Microsoft 365 juga membuktikan bahwa merangkum jurnal di Word, menganalisis data riset di Excel, hingga menyusun dek presentasi di PowerPoint kini dapat diselesaikan secara profesional hanya dalam hitungan menit.



